Senin, 17 Mei 2010

Hidup Lebih Sehat Gunakan Pertanian Organik

Oleh : Satriya Nugraha, SP
satriya1998@yahoo.com
Konsultan Pertanian Organik dan Evaluasi Lahan Pertanian
Mantan Presiden BEM Fakultas Pertanian Unibraw 2000-2002
           
Saat ini, petani sulit dibujuk dan disosialisasikan agar mengurangi penggunaan pestisida yang sangat berbahaya. Banyak pestisida yang sudah lama kadaluwarsa hak patennya sehingga memungkinkan perusahaan-perusahaan memasarkannya dengan harga murah. Padahal sebagian besar pestisida mengandung bahan kimiawi endosulfan yang berbahaya bagi manusia. Anak laki-laki yang terkontaminasi kimiawi endosulfan akan menunjukkan kelambatan pematangan seksual. Juga penelitian Dr. Lug Multiner dari INSERM (Prancis) menemukan bahwa pestisida secara signifikan berkaitan dengann penurunan jumlah sperma, yang memiliki efek racun pada testikel atau kelenjar seks lainnya.
Oleh karena itu, tren keamanan pangan (food safety) menjadi isu sensitif dalam industri pangan, karena adanya berbagai kasus keracunan pangan yang terjadi, baik yang berasal dari kontaminasi bahan kimia maupun mikrobiologi, seperti muntah-muntah, diare dan sebagainya. Faktor kesehatan menjadi salah satu alasan, mengapa konsumen mengkonsumsi pangan. Keamanan pangan dan bahan pangan yang organis serta yang segar menjadi tuntutan konsumen saat ini.
Pangan organis merupakan produk pangan segar (sayuran, buah-buahan), setengah jadi, pangan jadi (pangan olahan), yang dihasilkan dari budidaya pertanian organik. Pertanian organik merupakan budidaya berkelanjutan yang memperhatikan input luar rendah (Low External Input and Sustainable Agriculture) dimana prakteknya menggunakan bahan-bahan alami yang terdapat di alam sekitarnya, tidak mengandung bahan-bahan hasil rekayasa genetik.
Pertanian organik juga bertujuan memberdayakan kaum petani laki-laki, perempuan dan masyarakat yang sedang membangun masa depannya, berdasarkan pengetahuan, ketrampilan, norma, budaya dan lembaga yang dimiliki. Pertanian organik menyangkut pendekatan partisipatif untuk memperkuat kemampuan para petani dan pihak-pihak terkait dalam memperbaiki pertanian dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi yang berubah-ubah. Dengan demikian, pertanian organik dengan sistem LEISA adalah sebuah konsep, pendekatan sekaligus pesan politis.
Apalagi pertanian organik sekarang ini tidak dapat dipisahkan dengan perdagangan internasional. Dahulu, pertanian organik berkembang untuk memenuhi kebutuhan lokal dan eksis karena belum ada industri pertanian modern yang menjadikan input kimia sebagai determinan pokok. Sekarang ini, sebagaimana komoditi lain, produk pertanian organik seringkali harus dipindahkan ke lokasi konsumen yang jauh jaraknya dengan lokasi produsennya. Jadi, seiring dengan adanya kelangkaan produk pertanian organik di suatu tempat, mendorong adanya perdagangan produk pertanian organik.
Akhirnya perbaikan mutu kehidupan dan gaya hidup sehat, akan mendorong masyarakat untuk melaksanakan gerakan gaya hidup sehat dengan tema global ”Kembali ke Alam” (Back to Nature) di berbagai negara. Gerakan ini didasari bahwa, apa yang berasal dari alam adalah baik dan berguna, dan segalanya yang baik di alam itu selalu dalam keadaan keseimbangan. Bahkan negara China melalui China Green Food Association (CGFA) mulai memperdagangkan produk pertanian organik ke beberapa negara sejak tahun 2003. Mari hidup lebih sehat menggunakan pertanian organik.

Malang, 10 Maret 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar