Sabtu, 19 Mei 2012

Pura Hindu Pantai Balekambang


Oleh : Satriya Nugraha, SP
Konsultan Ekowisata, Wirausaha Mesin Abon Ikan “BONIK”
Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dari
Provinsi Jawa Timur 2014-2019
satriya1998@gmail.com ; satriya1998@yahoo.com

Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Salah satu bumi dan yang terdapat di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang adalah Pantai Balekambang. Pantai Balekambang merupakan salah satu pantai wisata yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa, yang menjadi BUMD Kabupaten Malang.

Posisi Kabupaten Malang dalam dunia pariwisata telah menjadi daerah tujuan wisata permanen. Jumlah kunjungan rata-rata untuk wisatawan domestik dalam bentuk Group (GIT) rata-rata 40.000 wisatawan per bulan. Sedangkan yang datang dalam bentuk FIT tidak terdeteksi jumlahnya pada tahun 2010. Jumlah wisatawan mancanegara dalam bentuk GIT tercatat 6000 wisatawan per bulan pada tahun 2010. Wisawatan yang datang dalam bentuk FIT maupun Walk In Guest tidak terdeteksi jumlahnya. Pada bulan Mei 2010, telah tercatat sebanyak 170.000 wisatawan domestik dalam bentuk group GIT, sedangkan bersifat individu tidak terdeteksi.

Berdasarkan latar belakang di atas, pada tanggal 29-30 Oktober 2011, tim konsultan pariwisata (Teddy, ST, Heri Mujiono, SE, Satriya Nugraha, SP) melakukan survey dan observasi menuju Pantai Balekambang. Pantai Balekambang memiliki tiga pulau dengan jarak masing-masing, dua diantaranya telah terhubung dengan jembatan ke bibir pantai. Salah satu dari tiga pulau yang disebut Pulau Ismoyo memiliki Candi Hindu yang didirikan oleh penduduk lokal yang beragama Hindu. Setiap tahun, penduduk lokal mengadakan ritual dan upacara adat Jalanidhipuja (upacara Hindu) dan Suroan (Upacara Tahun Baru Jawa). Penduduk lokal akan mengadakan Upacara Labuhan tanggal 28 November 2011 nanti.

Perlu diketahui, berdasarkan Permendagri 33/2009, tentang pedoman pengembangan ekowisata di daerah, Pantai Balekambang termasuk dalam ekowisata bahari dimana ekowisata sendiri merupakan potensi sumberdaya alam, lingkungan, serta keunikan alam dan budaya, yang dapat menjadi salah satu sektor unggulan daerah yang perlu dikembangkan secara optimal. Prinsip dasar pengembangan ekowisata termasuk ekowisata bahari terdiri dari kesesuaian antara jenis dan karakteristik ekowisata ; konservasi, yaitu melindungi, mengawetkan, dan memanfaatkan secara lestari sumberdaya alam yang digunakan untuk ekowisata; ekonomis, yaitu memberikan manfaat untuk masyarakat setempat dan menjadi penggerak pembangunan ekonomi di wilayahnya serta memastikan usaha ekowisata dapat berkelanjutan.

Kemudian prinsip edukasi, yaitu mengandung unsur pendidikan untuk mengubah persepsi seseorang agar memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan budaya; memberikan kepuasan dan pengalaman kepada pengunjung; partisipasi masyarakat, yaitu peran serta masyarakat dalam kegiatan perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ekowisata dengan menghormati nilai-nilai sosial-budaya dan keagamaan masyarakat di sekitar kawasan; dan menampung kearifan lokal.

Daya tarik wisata Pantai Balekambang memiliki ciri khas yang tidak dimiliki pantai lain yaitu adanya pulau dengan bangunan Pura Hindu, memiliki Link Object yang cukup banyak diantaranya pantai kondang merak, pantai ngliyep, pantai bajul mati, pantai kondang iwak, gua china, dan obyek wisata lain yang dapat dikunjungi pada saat berangkat menuju pantai seperti Pabrik Gula maupun aktifitas masyarakat lokal yang memiliki daya tarik wisata. Karakteristik Pantai Balekambang memiliki bentuk bibir pantai memanjang dengan ombak yang cukup besar dan berpasir putih, terdapat keaneka ragaman flora khas pantai yang masih terjaga dan masih asli sebagai latar belakang dengan sedikit adanya hutan mangrove.

Kemudian terdapat profil tanah yang rata dan memanjang serta tidak banyak berbukit, keberadaan dua pulau karang kecil beserta candi, kondisi pantai saat surut didominasi oleh batu cadas dan karang. Adanya binatang laut yang dapat dipantau dari pulau karang berupa bermacam ikan besar dan adanya aktifitas masyarakat yang mencari ikan pada saat surut, baik pada saat sore hari maupun pagi hari. Memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh pantai lain yaitu adanya pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang dapat dipantau dari lokasi yang sama. Pantai Balekambang juga ramai di setiap akhir minggu, biasanya pengunjung hadir dari berbagai kota di Jawa Timur. Kita ketahui, asal mula pengunjung sewaktu kita mewawancarai mereka. Mereka berangkat sore hari dari berbagai kota di Jawa Timur, bisa menggunakan kendaraan roda empat, bus mini, sehingga sampai di Pantai Balekambang malam harinya. Pengunjung begadang dan bermalam sampai pagi harinya. Pantai Balekambang bisa menjadi wisata malam hari di setiap akhir minggu (Sabtu-Minggu). Mari kunjungi Daya Tarik Wisata Pantai Balekambang setiap harinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar