Sabtu, 19 Mei 2012

Abon Ikan Citarasa Tinggi


Oleh : Satriya Nugraha, SP
Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI
Dari Provinsi Jawa Timur 2014-2019
Konsultan Evaluasi Lahan Pertanian, Konsultan Ekowisata
Wirausaha Mesin Abon Ikan “BONIK”
satriya1998@gmail.com ; satriya1998@yahoo.com

Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Salah satu bumi dan yang terdapat di Indonesia adalah Ikan perairan darat seperti ikan lele, ikan nila, ikan patin dan sebagainya. Juga ikan perairan laut seperti ikan kakap merah, ikan tuna, ikan cakalang dan sebagainya.

Fakta di lapang menunjukkan, semakin meningkatnya kesadaran pemerintah dan masyarakat melalui gerakan makan ikan untuk meningkatkan kecerdasan balita sejak dini. Hal ini dapat meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (Human Development Index) yang saat ini IPM Indonesia berkisar peringkat 100 dunia. Mengingat masih rendahnya angka melek huruf, rendahnya kesehatan, buruknya sanitasi, serta masih banyaknya gisi buruk.

Selama ini ikan perairan darat dan ikan perairan laut tersebut hanya diolah secara sederhana menjadi rempeyek, ikan asin, ikan bakar, ikan goreng atau dimasak serta dijadikan pindang. Kondisi demikian menyebabkan hasil tangkapan ikan selama ini masih memiliki nilai ekonomis rendah serta belum bisa dipasarkan secara luas karena faktor umur simpan dan kepraktisannya. Menurut data penelitian, Ikan – Ikan tersebut mengandung kadar protein tinggi dan sangat bagus bagi : penderita kurang Protein dalam darah (dikenal istilah hipoalbuminemia), penderita HIV/ AIDS ; dikonsumsi untuk memenuhi Gizi bagi Balita dalam mendukung pertumbuhan, penyembuhan penderita luka.

Oleh karena itu, mesin abon ikan yang kami ciptakan merupakan solusi tepat untuk masalah di atas. Proses pembuatan abon ikanpun relatif mudah sehingga bisa langsung dikerjakan oleh beberapa pekerja. Peralatan yang dibutuhkan pun relatif sederhana sehingga untuk memulai usaha ini relatif tidak memerlukan biaya investasi yang besar. Oleh sebab itu, usaha pengolahan abon ikan ini bisa dilakukan dalam skala usaha kecil. Hal ini membuat usaha ini sangat berpotensi untuk dikembangkan di wilayah yang memiliki sumberdaya perikanan yang melimpah seperti di wilayah bendungan yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I.

Abon merupakan produk olahan yang sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat. Abon ikan adalah jenis makanan olahan ikan yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai umur simpan yang relatif lama. Seperti halnya produk abon yang terbuat dari daging ternak. abon ikan cocok pula dikonsumsi sebagai pelengkap makan roti ataupun sebagai lauk-pauk.

Sejauh ini persaingan antara pengusaha abon ikan belum dirasakan menjadi kendala. Apalagi di daerah sekitar lokasi bendungan, belum ada yang mendirikan usaha abon ikan sehingga tidak ada kendala dalam persaingan usaha ini. Karena tidak ada kendala yang besar dalam persaingan usaha ini, maka peluang pasar abon ikan bisa dikatakan masih sangat besar. Kami telah menyediakan paket mesin pembuat abon ikan. Paket mesin telah banyak digunakan para pengusaha ikan di beberapa daerah di Indonesia untuk memproduksi abon ikan. Ke depannya, riset dan uji coba perbaikan mesin abon ikan berlanjut sampai pada proses pengolahan abon ikan. Jadi kami tidak hanya menawarkan mesin abon ikan, namun kami bersama nelayan wilayah bendungan juga menawarkan hasil abon ikan. Untuk mesin abon ikan kami memberi nama BONIK sedangkan untuk abon ikan namanya FISHMUN.

Kami yang mewakili Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Islam Provinsi Jawa Timur sudah mempresentasikan business plan pemberdayaan masyarakat di sekitar bendungan Perum Jasa Tirta melalui teknologi tepat guna mesin abon ikan. Presentasi tersebut dilakukan pada Pelatihan Wirausaha Industri Inovatif- II yang diadakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT RI) dan Rumah Ekonomi Rakyat. Pelaksanaan pada tanggal 16-18 Februari 2012 di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara yang diikuti oleh sekitar 350 peserta dari sebagian besar dari Provinsi Lampung, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten dan sekitarnya, Pulau Sumatera, Provinsi Jawa Timur dan sebagainya.

Mesin paket pembuat abon ikan yang bersifat portable sehingga mudah dipindahkan menjadi salah satu keunggulan dalam pemanfaatan mesin ini. Mesin dapat ditempatkan di sekitar tambak atau bendungan sehingga proses pengolahan dapat dilakukan langsung ketika ikan dipanen. Hal ini akan menghemat biaya transportasi serta menjaga kualitas kesegaran ikan yang akan diolah. Beberapa keunggulan lainnya adalah waktu yang digunakan untuk spinner dan alat masak dalam sekali proses hanya 5 menit/7 kg. Dan untuk mesin pencacah 80 kg/jam. Dibandingkan dengan produk yang sudah ada maka mesin ini, mampu memroses ikan dengan kapasitas 20 kg lebih banyak.

Tidak ketinggalan sesuai komitmen perusahaan yang pro UKM, demikian pula dengan daya listrik yang diperlukan oleh mesin ini. Mesin ini menggunakan daya listrik yang sedikit agar mudah diimplementasikan oleh masyarakat dengan daya 200 watt bertegangan 220 volt. Dengan demikian dalam usaha membantu meringankan dan pemberdayaan masyarakat nelayan maka kami berupaya meningkatkan nilai jual tangkapan ikan. Kami telah melakukan riset berkelanjutan mulai dari hulu hingga hilir. Untuk hasil tangkapan ikan yang tidak termanfaatkan karena dijual dalam bentuk pengolahan sederhana yang memiliki masa simpan pendek, maka hal positif yang dilakukan adalah membuatnya dalam bentuk abon ikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar